Sastra Digital, Jenis Sastra Baru?

Belakangan ini muncul sebuah istilah bari dalam dunia digital, yaitu Sastra Digital. Apa itu? Dari website www(dot)sastradigital(dot)com , didapat pendapat seperti ini : “Sastra digital adalah karya sastra yang ditulis dalam format standar (word/powerpoint) atau pdf/microsoft reader/adobe reader dan sejenisnya yang dipublikasikan melalui blog/website atau jejaring sosial di internet. Dari sudut pemublikasian ada dua jenis sastra digital: (1) karya sastra yang langsung dipublikasikan di internet; dan (2) karya sastra yang pernah dipublikasikan sebelumnya di media cetak kemudian didigitalisasikan lalu dipublikasikan di internet. Pada sejumlah kasus, karya sastra digital yang pada mulanya dipublikasikan di internet ada yang kemudian dipublikasikan kembali secara konvensional melalui media cetak.”

Dari uraian diatas, maka kita dapat simpulkan bahwa Sastra Digital bukan merupakan jenis sastra baru. Jenis sastra yang masih sama, tetapi media untuk menyebarkan atau mempublikasikan saja yang berbeda. Jika diwaktu yang dulu produk sastra disebarkan dalam bentuk buku atau media cetak lainnya, maka sastra digital ini merupakan produk sastra yang disebarkan lewat media online internet.

Peran teknologi informasi dalam bentuk media online adalah mendukung perkembangan sastra itu sendiri. Hal ini dapat berarti bahwa teknologi tersebut diatas membantu penyebarluasan produk sastra kepada masyarakat yang selama ini masih mempunyai keterbatasan dalam meniknati produk sastra. Bagi yang mempunyai keterbatasan dalam hal waktu, bisa mengakses produk sastra lewat gadget atau smartphone yang terkoneksi ke internet. Bisa kapan saja. Bagi yang terkendala dengan keterbatasan dana, bisa pula menikmati sastra digital yang gratis dan sangat banyak. Sangat banyak baik dari sisi jumlah produk sastra atau varian sastra.

Dari sisi lain, dengan adanya sastra digital, bisa makin mendekatkan penulis sastra kepada penikmat sastra. Hal ini dimungkinkan dengan adanya media sosial yang makin banyak di internet, seperti facebook, twitter, path, instagram dan lain sebagainya. Penulis sastra bisa langsung melihat bagaimana hasil apresiasi yang dilakukan para penikmat hasil karya sastranya. Dan sangat cepat. Apresiasi sastra dapat dilakukan dengan komunikasi dua arah melalui komentar di facebook, mention di twitter atau komentar di path dan instagram.

Apakah hal tersebut diatas akan membuat sastra dalam bentuk cetakan terpinggirkan? Tidak. Masing masing penikmat sastra memiliki kebutuhan dan penilaian sendiri. Ada yang lebih suka membaca karya sastra dalam bentuk cetakan, tapi ada pula yang berkata lebih enak membaca sastra digital.

Anda sendiri?

Please like & share:

About

> Governance Officer > Blogger from Semarang, Indonesia > (Pingin Jadi) Writer > Lecturer

4 thoughts on “Sastra Digital, Jenis Sastra Baru?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *