Review Buku Tanpa Membacanya

Pada umumnya untuk bisa mereview buku, seorang reviewer harus membaca buku yang dimaksud. Tapi saat ini terjadi hal yang agak berbeda, untuk buku yang satu ini, saya berkesempatan melakukan review tanpa membaca. Kok bisa? Ini ceritanya.

Beberapa waktu lalu , saya memenangkan sebuah kontes menulis atau yang lebih dikenal dengan GiveAway yang diadakan salah satu sahabat blogger. Ini artikel yang memenangkan hadiah ke-empat. Ada dua hadiah yang dikirimkan. Salah satunya adalah buku berjudul “Dahsyatnya Ibadah Haji”. Buku ini hasil karya seorang blogger kawakan Abdul Cholik.

Karena kebetulan saya sendiri beragama Katholik, saya berpikir agar buku ini bisa bermanfaat lebih dan tetap memberikan sumbangan positif. Setelah berpikir agak lama muncul ide untuk menyampaikan buku tersebut kepada Bu Rini, salah satu rekan kerja di kantor, yang kebetulan akan menunaikan ibadah haji tahun 2015 ini.

Alhasil , buku ini memberikan manfaat yang cukup besar. Bu Rini menceritakan pada saya bahwa buku “Dahsyatnya Ibadah Haji” sangat mudah dipahami karena menggunakan cara bercerita dan runtut. Isinya demikian mengalir. Membawa seseorang terbang kedalam suasana ibadah haji. Walau belum pernah menginjakkan kaki di Tanah Suci, dengan membaca buku ini terasa mengalami sendiri kejadian- kejadian yang disajikan dalam buku.

Dari pengalaman membaca tersebut, mendorong Bu Rini untuk sungguh sungguh menjadi Tamu Allah di Tanah Suci. Buku tersebut ternyata mampu mendorong pembaca untuk segera melaksanakan Rukun Islam Kelima ini. Ada kerinduan yang mengalir dari buku ini ke pembaca.

Disisi lain, pembaca yang akan melaksanakan ibadah haji jadi lebih paham mengenai persiapan apa saja yang harus dilakukan. Baik itu persiapan yang bersifat religius ataupun persiapan fisik seperti alat dan perangkat yang harus dibawa.

Pesan yang mendalam setelah membaca buku ini adalah bahwa dalam menjalankan ibadah haji ada satu yang dipegang erat, yaitu kesabaran. Apapun yang terjadi, kesabaran adalah hal utama, mulai dari persiapan di tanah air, pelaksanaan di Tanah Suci, dan setelah kembali labi ke tanah air. Warna kesabaran tak boleh luntur.

Sungguh buku yang patut dimiliki dan dibaca oleh mereka yang mempersiapkan badah haji atau mereka yang sama sekali belum memikirkan ibadah haji. Ada energi positif yang mampu membuat pembaca merasakan kerinduan yang dalam untuk melakukan ibadah haji.

Artikel ini diikutsertakan pada Lomba Menulis Resensi Buku Dahsyatnya Ibadah Haji

Lomba-Resensi-Buku-Dahsyatnya-Ibadah-Haji

Please like & share:

About

> Governance Officer > Blogger from Semarang, Indonesia > (Pingin Jadi) Writer > Lecturer

8 thoughts on “Review Buku Tanpa Membacanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *