Proyek Monumental “Linux Softice” Sistem Operasi Gratis

Sejenak membuka kamus online untuk melihat satu kata yang sebenarnya tidak terlalu asing, tapi kok menimbulkan ingin tahu yang cukup besar dihati penulis. Kata itu adalah monumental. Kata monumental, disebutkan disana, berarti sesuatu yang bersifat menimbulkan kesan peringatan pada sesuatu yang agung. Itu ya? Jadi mikir juga.


Kalau kata diatas dihubungkan dengan kata proyek, maka artinya Proyek yang akan membuat kesan yang agung bagi diri kita. Ahhhhh….. semacam itu kira -kira.

Kayaknya pas dengan kondisi saya, penulis blog ini, yang sedang merencanakan sesuatu yang lumayan menantang. Berangkat dari keprihatinan penulis terhadap bangsa Indonesia yang menjadi “penjahat dunia” di bidang perangkat lunak / software, penulis ingin membagikan sedikit sumbangan berupa sebuah operating system.

Seperti yang kita ketahui bersama, bangsa Indonesia ini dikenal sebagai bangsa pembajak perangkat lunak no 1 di dunia. Dulu masih mending, kita dibawah India dan Philipina dalah hal pembajakan software, tapi sekarang no 1. Boleh cek di komputer masing masing, siapa yang pakai software asli, boleh komen disini. Penulis yakin tidak banyak yang pakai Windows Original alias beli. Kebanyakan pasti nyolong alias membajak.

Sedih banget melihat kenyataan diatas. Maka oleh sebab itu, penulis berencara untuk memberikan sebuah alternatif perangkat lunak legal yang boleh dimiliki oleh siapa saja dengan biaya 0 (nol) rupiah alias gratis di tahun 2014.

Proyek ini nama Linux Softice ( baca : sof-ais ). Pada awal proyek, Linux Softice ini akan dipersembahkan untuk dunia pendidikan di Kota Semarang. Untuk sekolah -sekolah swasta dan negeri di seluruh wilayah Kota Semarang tanpa kecuali. Pada tahap selanjutnya, Linux Softice ini akan dipersembahkan untuk Instansi Pemerintahan Provinsi Jawa Tengah. Tahap ketiga adalah memberikan Linux Softice ke seluruh Kabupaten / Kota yang ada di Jawa Tengah. Tujuannya agar pada tahun 2015 di seluruh Jawa Tengah telah bebas dari Software Bajakan.

Sekedar informasi saja, saat artikel ini ditulis, Linux Softice sudah berhasil masuk dalam kategori 3 (tiga) besar dalam Lomba Kreasi dan Inovasi Kota Semarang 2013 yang diadakan oleh Bappeda Kota Semarang. Tinggal menunggu penjurian untuk menentukan siapa juara I , II dan III nya. Dapat juara berapapun, penulis akan berusaha agar Linux Softice ini bisa dimanfaatkan di sekolah swasta dan negeri di Semarang di tahun 2014. Semoga ini menjadi pintu masuk untuk langkah / tahap selanjutnya.

Di tingkat Provinsi, penulis telah berusaha pula agar Proyek Monumental “Linux Softice” ini bisa diterima Instansi Pemerintahan Provinsi Jawa Tengah. Penulis telah mengirimkan proposal penggunaan Linux Softice yang gratis ini kepada Gubernur Jawa Tengah , Bapak Ganjar Pranowo. Beliau memberikan apresiasi yang sangat mengembirakan dan ingin agar bisa direalisasikan. Untuk tahap awal, direncanakan di awal tahun 2014 (paling lambat), akan diadakan sosialisasi penggunaan Linux Softice di Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah. Sungguh dukungan dan apresiasi yang memompa semangat penulis untuk lebih gencar untuk “Memasyarakatkan Open Source di Jawa Tengah”. ( Bagi pengunjung blog yang belum paham tentang Open Source, bisa baca artikel-artikal yang ada di blog ini)

Kementerian Riset dan Teknologi sendiri telah memberikan apresiasi pada Linux Softice pada saat mengadakan “Seminar Nasional e-Government berbasis Open Source” di Kota Pekalongan pada tanggal 2-3 Oktober 2013 yang lalu. Apresiasi berbentuk kesempatan memperkenalkan Linux Softice didepan peserta seminar yang datang dari seluruh Indonesia. Semua perwakilan dari 34 provinsi telah hadir. Dari Aceh sampai Papua, dari Sulawesi Utara sampai Jawa Timur. Tak ketinggalan sebuah plakat “Indonesia Go Open Source” juga turut diberikan pada Linux Softice pada kesempatan tersebut.

Penulis juga menyampaikan keingingan bekerjasama dengan kawan kawan blogger yang ada disini (terutama warga Warung Blogger) untuk ikut menyebarkan semangat Open Source untuk mengeliminir anggapan “Indonesia Negara Pembajak Software no 1 di Dunia” dengan mensosialisasikan Linux Softice di Jawa Tengah lewat artikel blog. Pada akhirnya nanti penulis juga sangat berterima kasih jika blogger disini, bisa menjadi bagian dari Proyek Monumental ini. Pada awalnya, penulis berencana untuk mengadakan GiveAway kecil untuk mensosialisasikan Linux Softice dan semangat Open Source di blog. Tahap selanjutnya mencoba menjalin kerjasama dengan komunitas blogger, semacam Warung Blogger, Blogger Semarang, Blogger Kendal, dan lain sebagianya untuk ikut menjadi bagian penyebaran kesadaran menggunakan software legal di Indonesia.

Namun semua itu belum berakhir, justru merupakan awal yang baik untuk Proyek Monumental “Linux Softice” tahun 2014. Jika pada tahun 2014 semua sekolah di Kota Semarang pakai Linux Softice, inilah tujuan sebenarnya. Jika tahun 2014 semua instansi Pemerintahan Provinsi Jawa Tengah menggunakan Software ini, inilah tujuan aslinya. Proyek Monumental inipun tak akan berhenti di tahun 2014. Ibarat bangunan, tahun 2014 ini adalah pondasi yang kuat untuk langkah selanjutnya. Tahun 2015, penulis akan mencoba agar Linux Softice bisa dipergunakan di Kota / Kabupaten lain di Jawa Tengah.

Penulis berharap tahun 2014, yang akan segera kita sambut kedatangannya ini, bisa menjadi tahun yang monumental baik untuk Linux Softice sendiri maupun untuk penulis.

Untuk lebih mengenalkan Proyek Monumental “Linux Softice” ini, berikut disajikan keterangan lebih mendalam tentang Linux Softice secara teknis.Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan hal yang sangat penting bagi suatu bangsa. Akhir- akhir ini hampir semua bidang ilmu pengetahuan dan teknologi memanfaatkan komputer dalam bentuk yang berbeda-beda dan dalam fungsi yang bermacam-macam pula. Namun kesemuanya bersinggungan dengan alat bantu yang satu ini. Komputer sendiri sebenarnya merupakan sebuah alat yang terdiri dari 3 komponen yang saling bekerjasama agar dapat dimanfaatkan. Komponen itu adalah hardware atau perangkat keras, software atau perangkat lunak, dan brainware atau pengguna alat. Hardware adalah alat alat yang kasat mata dan dapat disentuh. Software adalah program atau kode – kode dalam komputer itu sendiri. Sedangkan brainware adalah orang yang menggunakan komputer.

Agar sebuah perangkat lunak bisa berjalan didalam komputer, perlu adanya suatu perangkat lunak pondasi atau dasar yang dinamakan Sistem Operasi. Tanpa Sistem Operasi ini, maka kode-kode atau program dalam komputer tidak mungkin bisa berjalan.

Sistem Operasi jika ditinjau dari ijin atau lisensi kepemilikan bisa dibagi menjadi 2 (dua) jenis yaitu Sistem Operasi Berbayar dan Sistem Operasi Free Open Source Software (FOSS). Contoh Sistem Operasi Berbayar adalah Ms Windows dan Machintos. Sedangkan Sistem Operasi yang termasuk FOSS adalah Linux Centos, Linux Ubuntu, Linux Sofftice dan Android.

Linux Softice merupakan bagian dari Free Open Source Software ini.

Dengan menggunakan Linux Softice artinya kita sudah mendukung kemandirian Bangsa Indonesia sehingga tidak selalu harus ikut semua kata “swasta asing produsen Sistem Operasi”. Kalau mereka bilang produk X sudah uzur dan harus diganti dengan produk baru, maka kita harus siap siap merogoh kocek dalam-dalam lagi. Selalu saja seperti itu. Disamping telah mendukung kemandirian bangsa, dengan menerapkan Linux Softice, kita juga telah mendukung kreatifitas anak negeri di bidang iptek.

Penghematan devisa negarapun bisa sangat besar. Bayangkan, untuk seluruh sekolah negeri di Semarang saja, butuh 10,5 milyar untuk membeli sistem operasi. Itu belum software lain seperti aplikasi office. Lho, kan bisa nge-crack, nge-crack kan gratis. Gratis memang, tapi itu ilegal. Dunia akan kembali angkat topik bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa penjahat yang suka melakukan kegiatan ilegal atau kriminal. Betul tidak? Coba bayangkan berapa yang bisa dihemat untuk seluruh komputer yang ada di Jawa Tengah.

Masyarakat butuh Free Open Source Software yang sesuai dengan kondisi masyarakat yang masih kecanduan produk bajakan / ilegal dan susah untuk mempelajari hal baru di FOSS. Untuk itu Linux Softice dirancang demikian miripnya dengan Microsoft Windows agar memudahkan proses penggantian Sistem Operasi bagi yang masih membajak.


Apakah Linux Softice menentang Microsoft? Jelas tidak!! Penulis yang merancang Linux Softice juga sering bersama-sama dengan berbagai pihak mensosialisasikan penggunaan Legal Operating System (LegOS) termasuk melindung produk Microsoft agar tidak dibajak lagi.

Intinya, mari bersama menggunakan software legal di tahun 2014. Beli produk berbayar atau pakai FOSS. FOSS yang gampang itu Linux Softice. Kapan? Tahun 2014 sepertinya tahun yang tetap untuk mulai sesuatu yang monumental yaitu pemasangan Linux Softice di seluruh sekolah di Semarang dan seluruh Instansi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Please like & share:

About

> Governance Officer > Blogger from Semarang, Indonesia > (Pingin Jadi) Writer > Lecturer

15 thoughts on “Proyek Monumental “Linux Softice” Sistem Operasi Gratis

  1. saya Mas pakai aoftware windows asli. soalnya saya beli laptop yang sudah terinstal windows asli. ada stiker/hologram dari windows…hehe

    bicara soal linux, saya belum begitu pahap cara ngoperasikannya. linux memang software open sorce.. mantap deh.

  2. Semoga projectnya sukses pak…manatabs bener. Aku pernah mewakili Koperasi di kntr, untuk ikut workshop ttg penggunaan linux utk aplikasi Koperasi,tapi kemudian gaungnya meredup lagi pak. Apa karena kurang dukungan atau masalah biaya utk pengembangan aplikasi, aku krg bgitu paham…Moga2 project monumental pak darto berhasil, apalagi ini untk kepentingan yang luas…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *