Pembayaran Online dengan berbagai metode (jilid 1).
Semakin banyaknya penjualan online telah berhasil menggeser kebiasaan jual beli yang selama ini kita lakukan. Selama tahun 2000 sampai dengan 2014 ini, banyak hal yang berubah seiring dengan bergeraknya budaya transaksi online ke transaksi online.

Pembayaran tunai ditempat menjadi alternatif pilihan, bukan suatu keharusan.  Hal ini menyebabkan munculnya tren baru yaitu pembayaran online.
Menjalankan bisnis online tanpa pembayaran online sepertinya susah untuk dijalankan. Kenapa harus pembayaran online? Karena metode pembayaran online ini dinilai bisa sangat memudahkan pembeli dan penjual. Sebagai Jika tahun tahun awal kita sering mengunakan transfer lewat bank atau dengan kartu kredit, maka akhir – akhir ini ada beberapa cara baru yang mulai naik daun.

Cara baru yang mulai digemari para pembeli online dan pemjual online adalah online payment gateway, atau dengan rekening bersama (rekber). Masing – masing metode pembayaran online memiliki keuntungan maupun kelemahan masing-masing.Ada yang menawarkan solusi pembayaran instan, cepat namun lemah dari segi keamanan.

Memang, cara yang paling mudah dan murah (walau tidak terlalu jauh terpaut) adalah metode pembayaran menggunakan transfer langsung ke rekening penjual. Namun perlu diingat bahwa metode pembayaran ini sangat beresiko. Sudah banyak kasus penipuan transaksi online yang dilakukan lewat cara pembayaran yang satu ini. Biasanya pembeli sudah melakukan transfer uang, namun pembeli tidak segera mengirimkan barang atau jasa yang dijual. Pembeli langsung menghilang tanpa bekas dengan memanfaatkan sifat dunia maya yang anonymous (having no known name or identity or known source).

Kadangkala kasus ini juga terjadi karena kesalahan pembeli sendiri. Pembeli yang telah satu atau dua kali bertransaksi telah “menempelkan” label terpercaya pada penjual online tersebut. Padahal dalam transaksi online, hal semacam ini tidal boleh dilakukan. Kewaspadaan harus terus dijaga.

Hal yang sama juga terjadi pada metode pembayaran online dengan kartu kredit. Berbeda dengan transfer langsung, metode ini dapat beresiko bagi penjual online karena legitimasi kartu kredit tidak dapat dipastikan. Belum lagi adanya beberapa prosedur yang kadang merepotkan, untuk mendapatkan rekening sebagai merchant.

Online payment gateway merupakan cara pembayaran baru namun memiliki resiko yang sama dengan cara transfer bank maupun dengan kartu kredit. Hanya bedanya, sebagai buyer Anda harus terlebih dahulu melakukan top-up saldo baik melalui transfer bank maupun kartu kredit ke rekening yang disediakan oleh layanan payment gateway, kecuali jika kita juga merupakan penjual yang bisa mendapatkan balance dari bisnis online yang dijalankan.

Please like & share:

About

> Governance Officer > Blogger from Semarang, Indonesia > (Pingin Jadi) Writer > Lecturer

4 thoughts on “Pembayaran Online dengan berbagai metode (jilid 1).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *