Momentum Menulis di Era Komputer

Seperti angin, keinginan kuat untuk menulis itu datang dan pergi. Satu waktu keinginan itu begitu kuat. Kadang demikian lemahnya, sampai lihat huruf aja males. Ada kalanya keinginan kuat, tapi kondisi tidak memungkinkan untuk menulis, dan wwuuuussss keinginan itu hilang demikian saja. Kondisi seperti itulah yg dirasakan oleh penulis pada saat saat tertentu.
Ada yang bilang kondisi seperti itu tidak bagus untuk blogger. Seorang blogger harusnya punya niat menulis yang kuat. Yang mampu bertahan dalam kondisi apapun. Tidak hilang dengan mudah ditiup angin kemalasan. Untuk itu perlu adanya momentum menulis yang baik tiap saat. Momentum itu kadang memang datang dengan sendirinya. Misalnya pada saat kita menghadiri seminar tentang dunia menulis. Atau sedang berbincang dengan seorang penulis tenar. Pada acara acara seperti itu seringkali niat, semangat dan waktu untuk menulis demikian pas. Namun pada kenyataannya, yang sering terjadi sehari-hari tidak semacam itu.

Momentum
Menciptakan momentum menulis memang tidak mudah. Ada yang bilang menciptakan momentum menulis itu seperti mengayuh sepeda atau becak dengan beban 200 kilogram dijalan rata. Awalnya memang berat. Tapi jika sudah terkayuh akan makin terasa ringan. Bahkan jika sudah cukup kecepatannya, kita sama sekali tidak terasa mengayuh. Disamping beban sudah berkurang karena kecepatan, kaki yang mengayuhpun sudah terbiasa. Sama seperti menulis, kalau kita biasa menciptakan momentum menulis tiap hari, maka kita secara tidak sadar menciptakan momentum itu. Sehingga sepertinya momentum menulis itu ada dengan sendirinya tanpa diupayakan. Benar begitu kan?

Memang pada awalnya momentum menulis tidak datang dengan sendirinya. Harus didatangkan dengan segala kesungguhan hati. Seluruh niat harus difokuskan kesana. Waktupun harus dialokasikan dengan pengaturan yang tepat dan disiplin. Itupun kadang belum cukup, ada kalanya semua itu ada, justru perlengkapan tidak memadahi. Niat, fokus, waktu sudah ada tapi kali tidak ada alat menulis gimana? Apakah cukup hanya diingat dalam pikiran saja? Wah tidak cukup kayaknya. Harus segera kita wujudkan dalam bentuk tulisan kan?

Tapi itu dulu. Tidak setiap waktu kita pegang buku atau kertas dan pena. Kalau sekarang, di era komputer dan smartphone ini, peralatan seharusnya tidak menjadi masalah. Dengan smartphone, laptop, atau tablet PC yang ada kita bisa menutup sisi itu. Jadi apa ada alasan lagi untuk tidak bisa menciptakan momentum menulis atau menunda menulis bukan?

Please like & share:

About

> Governance Officer > Blogger from Semarang, Indonesia > (Pingin Jadi) Writer > Lecturer

12 thoughts on “Momentum Menulis di Era Komputer

  1. Sebaiknya dibiasakan menulis setiap hari walau hanya satu lembar. Ini untuk memelihara momentum menulis. Jika kelamaan nggak nulis maka mood bisa berkurang.
    Salam hangat dari Surabaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *