Mobile Banking Makin Disukai dalam Dunia yang Serba Digital

Dewasa ini, penerapan digitalisasi sudah merambah demikian banyak aspek kehidupan. Susah menyebutkan aspek kehidupan yang belum tersentuh teknologi digital. Salah satu yang paling terpengaruh adalah dunia usaha.

Munculnya mobile banking menjadi fenomena yang cukup menarik untuk diamati. Hal ii didukung oleh adanya aplikasi uang digital yang akhir akhir ini semakin banyak didukung oleh lembaga keuangan nasional maupun internasional.

Salah satu yang sedang naik daun adalah aplikasi Snap Scan yang demikian banyak digunakan di Afrika Selatan. Aplikasi pembayaran online ini telah dirancang untuk berbagai macam keperluan. Mulai dari toko, pengecer besar ataupun pedagang pinggir jalan. Semuanya telah menggunakan aplikasi mobile banking ini. Bahkan, disana, aplikasi ini telah mampu dimanfaatkan untuk membayar ongkos parkir.

Caranya cukup mudah, karena hanya dengan tiga langkah sederhana, aplikasi ini telah mampu menjalankan tugasnya melakukan pembayaran online. Langkah pertama adalah pembeli men-scan QR code milik penjual. Setelah itu penjual akan menginput nilai transaksi jual beli tersebut. Langkah ketiga atau terakhir adalah penjual memasukkan PIN untuk mem-verifikasi transaksi. Sangat mudah kan?

Penjual atau pedagang akan menerima notifikasi pembayaran tersebut melalui handphone milknya. Hebatnya, Snap Scan tidak mengenakan biaya apapun pada pembeli, hanya mengambil sedikit biaya dari penjual yang besarannya jauh dibawah biaya transaksi dengan kartu kredit.

Salah satu bank yang sudah menerapkan mobile payment jenis ini adalah FNB Bank yang melaporkan bahwa transaksi dengan aplikasi in mencapai 230 juta tiap bulannya. Suatu angka yang cukup fantastis jika dibandingkan angka transaksi mobile banking satu bank di Indonesia.

Tak kalah heboh, Apple Corp juga meluncurkan pembayaran online via mobile banking dengan Apple Pay, aplikasi mobile banking milik Apple yang diharapkan mampu memberi keamanan yang lebih kepada penggunanya.

Bagaimana penerapan di Indonesia? Sepertinya mobile banking masih “berkutat” pada golongan masyarakat menengah keatas. Belum mampu menyentuh masyarakat luas. Misalnya, kita disini masih kesulitan jika ingin membayar parkir pakai online / mobile banking. Atau transaksi beli buah di kios buah pinggir jalan masih harus pakai uang, belum bisa pakai uang digital.

Please like & share:

About

> Governance Officer > Blogger from Semarang, Indonesia > (Pingin Jadi) Writer > Lecturer

4 thoughts on “Mobile Banking Makin Disukai dalam Dunia yang Serba Digital

  1. Salam kenal Bang, wah artikelnya cukup menarik. Kental benar nuansa IT nya. Btw, sampai saat ini saya masih belum pernah menggunakan fasilitas Mobile Banking karena devicenya belum mumpuni. Maklum masih pake handphone teknologi jadul. Paling seringnya pake Internet Banking aja. 🙂

    1. Salam kenal dan hangat dari Semarang 😀 .
      Pakai Mobile Banking sebenarnya lebih praktis dari Internet Banking, namun memang ada beberapa hal yang harus diperhatikan dengan seksama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *