Mengapa Instalasi dan Maintenance Linux?
Sejak dideklarasikan Indonesia go Open Source (IGOS) pada tanggal 30 Juni 2004 oleh Kementrian Negara Riset dan Teknologi, Kementrian Negara Pendayagunaan dan Aparatur Negara, Departemen Komunikasi dan Informatika, Departemen Hukum dan HAM dan Departemen Pendidikan Nasional, beberapa instansi baik pemerintah maupun swasta dan instansi pendidikan menyambut dan dukungan dengan baik, walaupun hasilnya sampai saat ini belum dirasakan maksimal.

Dari pemerintah sendiri telah menindak lanjuti tentang program tersebut, hal ini terbukti dengan banyaknya kesepakatan dan kerjasama yang dilakukan pemerintah pusat maupun daerah untuk mensukseskan progran IGOS tersebut.

Salah satunya kesepakatan bersama yang dilakukan IGOS dengan 18 kementerian/ departemen pada tanggal 27 Mei 2008 yang berisi tentang kometmen pimpinan instansi pemerintahan untuk mengimplementasikan software legal berbasis Open Source Software, Surat edaran Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara No. SE/01/M.PAN/3/2009 tentang Pemanfaatan Perangkat lunak Legal dan Open Source Software, paling lambat tanggal 31 Desember 2011 seluruh instansi pemerintahan wajib menggunakan software legal, dan surat edaran no. 030/M/IV/2009 tentang tindak lanjut dari surat edaran sebelumnya. Melihat begitu antusiasnya pemerintahan terhadap IGOS ini merupakan tantangan besar bagi kita semua untuk mewujudkannya, tetapi hal ini harus ada tindak lanjut yang nyata dan benar harus dilaksanakan dan diimplemantasikan bukan hanya selogan dan kata-kata saja jika kita memang ingin mewujutkan IGO. Sampai saat ini baru 25% Pemerintahan daerah yang sudah menggunakan open source software seperti yang di sampaikan oleh bapak Engkos Kuswara, staf ahli Bidang Teknologi Informasi, Komunikasi dan Transportasi Kementerian Riset dan Teknologi (Detik.net.com selasa, 3 Mei 2011), artinya tugas berat masih menunggu pemerintahan terutama Pemda di Indonesia hingga batas waktu yang telah di tentukan untuk menggunakan software legal.

Sebagian perusahaan telah migrasi ke open source software, karena memang di rasa banyak manfaat yang di dapat dengan penerapan dan migrasi ke open source. Menurut penelitian yang dilakukan lembaga riset Internasional Gartner (gartner.com), 85% perusahaan di dunia telah menggunakan Open Source Software, dan diharapkan sebagian besar dari sisa 15 persen lainnya akan melakukan migrasi.

Fitur Linux SoftIce®  lengkap untuk keperluan Office : memiliki fitur-fitur seperti halnya perangkat lunak yang berbayar dengan adanya paket perkantoran lengkap, seperti ; pengolah kata (word proccessor) , pengolah angka (spreadsheet) , pengolah gambar, dan lain lain.

Linux SoftIce® Mudah digunakan dan mudah diinstall : Disediakan fasilitas untuk memudahkan proses instalasi dan desktop untuk pengguna.

Mendukung hardware lama dan hardware baru.

Interface yang User Friendly, didesain hampir mirip windows agar pengguna cepat memahami sehingga akan lebih cepat dalam bermigrasi dari Windows ke Linux.

Dengan menggunakan Linux SoftIce®, anda tidak perlu menginstall aplikasi-aplikasi tambahan lagi karena sebagian besar aplikasi telah ditanamkan di dalam Linux SoftIce®.

Proses installasi Linux SoftIce® sangat cepat. Dan tidak memakan banyak waktu.

Dukungan setelah instalasi : Adanya komunitas yang mendukungan distro Linux SoftIce®, sehingga akan membantu pengguna.

Linux SoftIce® akan terus dikembangkan, tidak hanya berhenti 1 rilis saja, namun akan ada rilis berikutnya yang merupakan pengembangan dan perbaikan dari rilis sebelumnya..

Please like & share:

About

> Governance Officer > Blogger from Semarang, Indonesia > (Pingin Jadi) Writer > Lecturer

2 thoughts on “Mengapa Instalasi dan Maintenance Linux?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *