Mendacity dan Literasi Media Digital

Mungkin masih asing di telinga kita kata “mendacity”. Kata ini mulai terkenal akhir akhir ini dengan seringnya penyebaran berita menyesatkan di dunia maya. Apa sebenarnya arti kata ini?

Karena kata ini adalah kata dalam Bahasa Inggris, maka tidak ada salahnya kita coba lihat arti kata tersebut diatas dalam kamus Cambridge English Dictionary. Meaning of “mendacity” in the English Dictionary : the act of not telling the truth. For example : Politicians are often accused of mendacity. Synonyms and related words : Lies, lying & hypocrisy.

Sedang dalam Bahasa Indonesia kata “mendacity” bisa diartikan sebagai : bohong, dusta, kepalsuan, atau kebiasaan berdusta. Dalam arti kata yang disebut paling akhir adalah kebiasaan berdusta. Hal inilah yang sering terjadi akhir akhir ini di dunia maya. Mungkin karena sifat dunia maya yang “Anonymous”, dimana tidak ada keterbukaan identitas atau transparansi identitas. Kita bisa jadi siapa saja di dunia maya yang anonymous ini.

Dengan sangat mudah kita melakukan mendacity atau kebiasaan berdusta di dunia maya, utamanya di media sosial digital, seperti Facebook, Whatsapp, Twitter, Line, dan lain sebagainya. Siapa saja bisa melakukannya. Tidak terbatas usia, wilayah, kelas sosial, ataupun tingkat pendidikan, mampu melakukan kebohongan dan dusta di dunia maya.

Kebiasaan berdusta dunia maya yang anonymous ini diperparah dengan masih sangat rendahnya literasi media digital di Indonesia tercinta ini. Banyak sekali pengguna media sosial digital yang sangat mahir memakai media anonymous sebelum paham benar apa dan bagaimana seharusnya “ber-media-sosial-digital”. Aturan dan norma yang seharusnya didapat dari literasi media digital belum didapat tapi pengguna media sosial digital in sudah “terlanjur berkicau”.

Sangat mudahnya mendapat account / akun di media sosial digital menjadi persoalan sendiri yang menyebabkan pemalsuan identitas atau tidak transparannya identitas pengguna yang pada akhirnya menyebabkan makin maraknya mendacity. Kalau dibiarkan, kebiasaan berdusta ini bisa jadi merusak moral bangsa karena pengguna media sosial digital terlanjur nyaman dengan keleluasaanya berbohong. Bahkan mungkin saja mendacity ini “menular” di dunia nyata kita sehari hari.

Please like & share:

About

> Governance Officer > Blogger from Semarang, Indonesia > (Pingin Jadi) Writer > Lecturer

One thought on “Mendacity dan Literasi Media Digital

  1. Sedihnya lagi, mendacity yang berseliweran di media sosial ditelan bulat dan lanjut di-share oleh orang-orang yang malas untuk mengecek kebenarannya. Asal share agar terkesan mengerti dan pintar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *