Kirim Lamaran Kerja via Email? Sopan Gak? (jilid 2)
Melanjutkan posting terdahulu tentang mengirimkan lamaran kerja lewat email, berikut beberapa hal lagi yang harus diperhatikan sebelum menekan tombol “kirim” atau “send” di email client.
Pastikan semua berkas yang disyaratkan sudah ter-attach atau sudah di lampirkan pada email yang mau dikirimkan. Sering terjadi, pengirim lupa mengirimkan lampiran. Hal ini sering merepotkan HRD perusahaan / instansi yang dikirimi. Di email tertulis Curriculum Vitae dan syarat lain terlampir, padahal, setelah dicek tidak ada satupun attachment di email tersebut. Kalau ini yang terjadi, pasti lamaran itu langsung “masuk kantong sampah” atau “recycle bin”.
Hal lain yang tak jarang terjadi adalah kurang lengkapnya lampiran atau berkas persyaratan. Memang attachment telah tertempel dengan baik namun ada beberapa berkas yang belum ada disana. Misalnya CV dan scan ijasah sudah ada, namun surat keterangan domisili yang disyaratkan belum dimasukkan dalam attachment. Atau yang lebih parah, scan ijasah lupa untuk dilampirkan atau di-attach.
Tak kalah pentingnya, berkas atau lampiran pada attachment harus dalam bentuk file yang sudah biasa atau sesuai dengan permintaan perusahaan / instansi pencari pegawai / karyawan. Jika pada syarat tidak disebutkan harus menggunakan format file khusus, kita pergunakan saja format file biasanya.

Terkecuali jika disitu tertera harus menggunakan format file khusus misalnya format OpenDocumentFile (odf) , maka kita jangan mengirim dengan format lain, misalnya format Microsoft Word (docx ). Bisa -bisa kita dianggap menyusahkan bagian HRD. Susah nantinya.

Hal lain lagi adalah selalu perhatikan besar file yang dikirim. Jangan terlalu besar. Kalau terlalu besar, agak susah di download oleh perusahaan atau instansi bersangkutan. 

Kira-kira ini yang bisa dibagi disini. Ada usulan lain lagi?

Please like & share:

About

> Governance Officer > Blogger from Semarang, Indonesia > (Pingin Jadi) Writer > Lecturer

3 thoughts on “Kirim Lamaran Kerja via Email? Sopan Gak? (jilid 2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *