Kirim Lamaran Kerja via Email? Sopan Gak? (jilid 1)
Sering kali lamaran kerja harus dikirimkan ke alamat perusahaan atau instansi yang sedang mencari tambahan karyawan atau pegawai. Lamaran yang dikirimkan tersebut menjadi dasar untuk proses selanjutnya yaitu wawancara. Bagi yang isi dari lamarannya menarik personal yang melakukan review, maka proses wawancara sudah didepan mata dan status karyawan atau pegawai sudah makin dekat.

Kita memang sudah terlanjur terbiasa untuk mengirimkan lamaran kerja lewat media surat atau hardcopy. Surat tersebut kemudian akan dikirim melalui jasa pengiriman dokumen. Biasanya yang dipilih adalah pos. Tapi tak jarang diantar sendiri ke alamat perusahaan atau instansi yang dituju.
Sekarang ini, walaupun pengiriman lewat pos masih sering disyaratkan pada proses pengiriman lamaran, pengiriman lewat email sepertinya akan segera menjadi tren. Makin banyak saja perusahaan atau instansi yang meminta para pelamar untuk mengirimkan berkas lamarannya melalui email. Hal ini ditempuh karena dinilai pengiriman lewat email ini lebih sederhana dan murah. Hal lain yang tak kalah penting adalah pengirimannya lebih cepat dan hemat. 

Bayangkan bila perusahaan tersebut ada di pedalaman Papua, sedang pelamar berada di Aceh. Jika menggunakan layanan pos, tentu memakan waktu beberapa hari. Belum lagi biaya kirim yang tentunya lebih dari 20 ribu rupiah. Sedangkan apabila dikirmkan dalam bentuk email, lamaran pekerjaan bisa terkirim secara real time atau saat itu juga. Dan biaya kirimnya sebatas pada biaya listrik dan koneksi selama 1-10 menit atau paling banyak sebatas sewa pakai warnet 1 jam.
Seperti pada pengiriman lamaran lewat pos, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengirimkan lamaran via email. Pertama, jangan menggunakan alamat email (pengirim) yang terkesan aneh atau berlebihan (alay). Misalnya bambangcool@abc.com , akuchayangkamucelalu@xyx.com atau gadiezimooot@qwerty.co.id . Pergunakan nama email yang terkesan profesional dan dewasa , misalnya bambangh@hgf.com atau sintagunawan@fthb.com .
Usahakan jangan menggunakan email dari kantor yang lama, apabila sebelumnya pernah bekerja. Misalnya edi@tokohphebat.com  atau agus@pt-untungbesar.com . Kurang pas kayaknya kalau masih menggunakan email seperti itu. Jangan –jangan malah kantor yang baru merasa tersinggung.
Ada hal lain yang harus diperhatikan juga? Ya ada, tapi dilanjutkan di postingan lain ya, tunggu, gak lama kok. Oke?

Please like & share:

About

> Governance Officer > Blogger from Semarang, Indonesia > (Pingin Jadi) Writer > Lecturer

2 thoughts on “Kirim Lamaran Kerja via Email? Sopan Gak? (jilid 1)

  1. kirim lamaran via email sih nggak masalah kalo emang syaratnya gitu. kalo nemu lowongan kerja diinternet biasanya alamat email yang dicantumkan bukan alamat email perusahaan, tapi email gratisan dari yahoo dan yg sjnisnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *