Jalan Layang Jatingaleh dan Pengerahan Masa yang Kurang Santun

Waktu sudah menunjukkan pukul 18.15 wib waktu aku sampai di jalan layang Jatingaleh Semarang. Pasar Jatingaleh yang ada diseberang jalan layang sudah terlihat gelap. Antrian kendaraan didepan motor Shogun yang aku kendarai nggak ada tanda-tanda akan bergerak. Bau asap kendaraan bermotor semakin tidak nyaman. Kemacetan yang biasanya hanya terjadi sore hari, terjadi sampai malam. Setelah tanya kanan kiri , ternyata ada bubaran penonton sepakbola dari GOR Jatidiri. Banyak kendaraan keluar dari arah GOR Jatidiri bersamaan dengan penyeberang jalan yang jumlahnya tak kalah banyak dengan atribut supporter team sepakbola setempat.

Melihat banyaknya masa yang bergerak, teringat jaman masih SMP dahulu. Waktu itu masih sering ada pengerahan masa seperti ini, tapi oleh parpol peserta pemilu. Pernah sekali waktu berpapasan dengan pengerahan masa salah satu parpol ditempat yang sama, di jembatan/ jalan layang Jatingaleh. Waktu itu aku duduk di bangku depan mobil Bapakku. Mobil tua yang jadi kesayangan bapakku. 

Waktu itu sekeluarga mau pulang dari arah utara mau ke selatan.  Masa salah satu partai peserta pemilu bergerak arah selatan mau ke utara. Berpapasan pas didepan Pasar Jatingaleh. Mereka memakai hampir semua jalur yang ada sehingga arus kendaraan yang dari utara tak bisa lewat. Mobil yang kami tumpangi waktu itu sudah mepet kiri. Tidak bisa ke kiri lagi karena di sebelah kiri ada dua sepeda motor, sedang sebelah kirinya lagi sudah ada pagar jalan layang. Kalau ke kiri lagi pasti sepeda motor kena gencet. 

Sekelompok masa yang numpang diatas atap angkutan kota berteriak nyuruh kami lebih minggir ke kiri lagi. Mereka gak mau tahu kami tak bisa ke kiri lagi. Makin keras teriakan mereka. Tampaknya mereka tambah marah. Dengan tongkat kayu yang dibawa, mereka memukul mukul atas mobil kami dan terus memaksa maju. Mobil sedan mewah dibelakang kami tak luput dari pukulan tongkat kayu mereka. 

Setelah masa bisa lewat keseluruhan, kami minggir untuk nge-cek atap mobil kami yang kena pukul cukup keras. Ternyata memang ada beberapa cekungan yang lumayan dan harus di kenteng ke bengkel. Tentu saja biaya kenteng harus diambil dari kantong sendiri. 

Coba kalau pengerahan masa bisa lebih santun, tentu kerugian pihak diluar masa yang dikerahkan bisa diperkecil. Siapapun kita pasti mengharapkan pengerahan yang lebih santun.

Setuju ?
Please like & share:

About

> Governance Officer > Blogger from Semarang, Indonesia > (Pingin Jadi) Writer > Lecturer

2 comments Categories: Umum

2 thoughts on “Jalan Layang Jatingaleh dan Pengerahan Masa yang Kurang Santun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *