Hobi, Buang-buang Uang, dan Prestasi

Setiap dari kita pasti punya hobi waktu kecil dulu. Entah itu ngumpulkan perangko, ngumpulkan bungkus rokok, main basket, pramuka, OSIS, bikin puisi, menyanyi, nge-band, dan lain sebagainya. Hobi-hobi itu membuat kita merasa senang dan bahagia. Kita bisa menghabiskan waktu berjam-jam dalam sehari untuk melakukan kegiatan yang  berhubungan dengan hobi itu.

Hobi hobi tersebut biasanya membutuhkan suatu peralatan atau fasilitas khusus. Untuk mengumpulkan perangko tentu butuh perangko dan album perangko. Untuk main basket, kita butuh bola basket, lapangan dan pakaian basket. Untuk bikin puisi kita butuh kertas, pensil ataui ballpoint, dan buku bacaan tentang puisi. Untuk nge-band butuh alat musik dan ruangan khusus untuk latihan musik yang sering kali harus disewa. Intinya, setiap hobi butuh alat atau fasilitas.

Tentunya segala fasilitas dan peralatan itu banyak yang tidak gratis. Misalnya perangko untuk kita kumpulkan memang bisa kita ambil dari sampul surat yang sudah tidak terpakai,  tetapi jika hobi kita sudah sampai pada tahap tertentu, kita butuh sesuatu yang harus dibeli, misalnya Sampul Hari Pertama (SHP) dan lain sebagainya. Atau kalau kita biasa berlatih menyanyi dirumah dengan perangkat karaoke, pada suatu tahap tertentu kita butuh berlatih menyanyi di studio musik yang lengkap dengan alat musik yang asli dan tentunya tidak murah. Pada tahap tertentu hobi butuh dana lebih. Apakah kita keberatan untuk merogoh kantong dalam-dalam demi hobi? Tentu tidak kan.

Dari apa yang sudah terpapar diatas, banyak juga yang beranggapan bahwa hobi itu kegiatan yang sia-sia dan buang-buang uang saja. Butuh uang banyak tapi gak ada manfaat yang bisa diambil dari sana. Tapi betulkah hobi-hobi tadi tidak bermanfaat?

Menurut penulis, hobi pasti mempunyai manfaat yang bisa diambil. Misalnya, dari hobi menyanyi kita bisa saja menjadi penyanyi profesional dan jadi artis terkenal. Dari hobi mengumpulkan perangko kita melatih diri untuk bisa bersabar merawat benda-benda yang kita miliki. Dari hobi pramuka dan OSIS, kita bisa melatih kepemimpinan dalam diri.

Trus, apakah hobi kita dimasa lalu bisa mendukung prestasi kita dimasa kini. Ya, tentu saja. Banyak artis papan atas Indonesia yang awal kariernya berasal dari hobi. Misalnya Ari Lasso, Cagur, dan lain sebagainya. Banyak pula tokoh tokoh politik Indonesia yang pada masa lalu aktif di kegiatan pramuka maupun OSIS. Tak ketinggalan, banyak pula orang yang bisa mengambil pelajaran dari hobi pengumpulkan perangko dan menerapkannya dalam kariernya dimasa sekarang. Contohnya penulis sendiri, bisa meningkatkan etos dan etis kerja dari hobi yang pernah penulis tekuni pada masa lalu.

Kalau Anda sendiri bagaimana? Ada pengalaman atau pendapat lain?
Please like & share:

About

> Governance Officer > Blogger from Semarang, Indonesia > (Pingin Jadi) Writer > Lecturer

6 comments Categories: Umum

6 thoughts on “Hobi, Buang-buang Uang, dan Prestasi

  1. Sudah pasti 100% setuju banget, hobi yang ditekuni bisa mendongkrak prestasi, bahkan menjadi sumber penghidupan yang layak serta halal. Semisal penulis nih, daripada wastetime perhatian keluar, mendingan kerja nulis dirumah bersama orang2 tercinta, bukankah demikian lebih nyaman 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *