Eksis ngeblog
Masih ingat akan adanya kontes nge-blog milik Komunitas Dblogger disupport oleh Blogdetik bertajuk ‘30 Hari Nonstop Ngeblog’. Ternyata masih ada tantangan Nge Blog100 hari Nonstop punya Blogger Surabaya Cak Cholik. Hadiahnya sangat menggetarkan , mulai gadget seharga 3-4 jutaan, 10-14 jutaan, sampai liburan di Bali selama 5 hari yang full fasilitas. Siapa yang nggak pingin?

Hadiah memang menggiurkan, tapi dengan hadiah yang sangat besar ini, tentunya apa dilombakan juga bukan perkara yang mudah. Memang suatu komitmen bukan hal yang mudah kan? Apalagi komitmen untuk memposting ke blog selama 30 hari atau bahkan 100 hari secara terus menerus tanpa putus. Sungguh suatu komitmen yang cukup berat.

Sebenarnya apakah sulit untuk membuat postingan sebanyak 100 judul? Tentu tidak. Banyak sekali bahan dan topik yang bisa diangkat untuk dijadikan artikel untuk diposting pada blog. Jangankan 100, lima ratus postingan pun bisa. Yang susah adalah keharusan terus menerus selama 100 hari itu. Tapi apakah tidak mungkin? Mungkin saja. Atau waktu kita tidak  cukup untuk membuat 100 postingan? Tentu cukup. Kita diminta membuat 100 postingan dalam 100 hari, pasti ada waktu yang bisa kita sisihkan.

Tapi kan kita ada kesibukan lain. Kita banyak kerjaan lain selain bikin posting. Itu biasanya alasan yang muncul. Tapi coba kita lihat, berapa waktu yang dibutuhkan untuk bikin satu postingan? Untuk yang sudah ahli bikin posting, paling butuh sekitar 10-40 menit untuk bikin satu posting. Untuk yang masih newbie , butuh waktu sekitar 30-60  menit. Benarkah kita tidak bisa mengalokasikan 1 jam saja dari waktu yang kita pergunakan sehari untuk membuat 1 postingan? Tenntunya bisa.

Lalu apa sebenarnya yang membuat berat hal diatas? Menurut pengamatan dan pengalaman penulis, alasan sebenarnya adalah RASA MALAS. Itu pengakuan jujur dari penulis. Kita lebih senang nonton TV, baca komik, jajan ke resto, atau bersepeda atau apapun yang menjadi kesenangan kita daripada membuat arikel untuk posting ke blog. Tentunya hal ini tidak berlaku bagi yang memang punya hobi yang cukup kuat untuk blogging. Kenapa tidak berlaku? Karena, untuk yang benar-benar hobi blogging itu tidak punya rasa malas. Benar kan, namanya juga hobi, senang melakukannya, masak malas.

Rasa malas lah yang menjadi halangan untuk tetap eksis nge-blog ditengah rutinitas kita sehari-hari. Kegiatan kita banyak. Menyita waktu yang demikian besar dan tenaga / pikiran yang demikian banyak pula. Wajar jika kita merasa malas untuk nge-blog karena waktu dan pikiran kita sudah terkuras. Namun tentunya bukan itu yang ingin kita raih. Kita pingin tetap EKSIS NGE-BLOG walau rasa malas menyerang tanpa ampun. Sanggupkah kita?

Kita sanggup, pasti, asal bisa menahan serangan rasa malas itu. Kita mampu. Tapi bagaimana cara kita mengatasi rasa malas itu? Berikut adalah beberapa cara yang bisa dipergunakan untuk  memupus rasa malas itu, dan tetap nge-blog ditengah rutinitas harian kita.

Pertama, perlu kita sadari bahwa rasa musuh utama dari produktivitas. Hal-hal menjadi tidak berarti apabila rasa malas sudah mendekam didalam otak kita. Kita menunda semua hal, termasuk hal yang penting. Kalaupun dikerjakan, maka kita kerjakan dengan setengah hati.Hasilnya tentu saja nol besar atau hasil yang tidak maksimal.


Kedua, perlu kita tanamkan dalam hati bahwa nge-blog merupakan hal yang cukup urgensi. Jika kita sudah berpikir bahwa nge-blog adalah hal yang urgensi ditengah kesibukan sehari-hari, maka akan mudah bagi kita meluangkan waktu barang 10-60 menit untul membuat postingan. Kita akan rela mengorbankan waktu dengan memotong jatah waktu tidur kita untuk menuangkan gagasan menjadi artikel. Gimana cara paling efektif untuk menciptakan ke-urgensi-an? Salah satu yang penulis terapkan adalah menentukan tenggat waktu atau deadline. Tulis aja dikertas, terus temple ditempat yang sering kita lihat. Itu akan sangat membantu.

Untuk lebih memompa semangat kita dan membersihkan malas, perlu kita lihat dan pertimbangkan manfaat yang bisa kita peroleh dari nge-blog. Fokuskan pikiran kita pada apa yang nantinya akan kita capai bila nge-blog secara konsisten ditengah hirup pikuk kehudupan yang kita jalani. Bahkan kalau perlu, kita boleh tetapkan “hadiah” untuk kita sendiri. Misalnya, “kalau saya selesai membuat 3 artikel hari ini, maka saya akan makan sate kambing (bagi yang suka makan sate kambing)” atau “kalau saya selesai membuat 5 artikel hari ini, maka saya akan nonton film Box Office terbaru besok sore”.

Selanjutnya perlu juga kita pahami dalam hati, akan adanya hal-hal yang bisa terjadi bila tidak bisa nge-blog hari ini. Misalnya “kalau saya nggak nge-blog, maka kemungkinan saya mendapat Laptop terbaru seharga 17juta itu akan lenyap (bagi yang ikut tantangan nge-blog 30 hari)”.

Jangan biarkan waktu kosong tanpa aktifitas berarti, manfaatkan untuk nge-blog. Atau kalau waktu sehari sudah habis untuk beriteraksi dengan keluarga, sisihkan 30 menit waktu istirahat untuk eksis nge-blog.

Tulis kemajuan yag sudah kita capai dalam eksistensi kita dalam nge-blog. Jika catatan ini kita baca suatu waktu, maka semangat akan kian membara. Kalau itu msih dirasa kurang, tulis juga kemajuan blogger lain yang menjadi idola atau panutan kita. Pasti panas semangat nge-blog mengalir dalam nadi tak terbendung.
Hal-hal diatas kalau kita praktekkan, akan membuat kita tetap eksis walau waktu dirasa sangat kurang , atau malas datang menyerang. Semangat !

Cerita ini diikutsertakan dalam http://ikakoentjoro.com/my-2nd-giveaway/
Please like & share:

About

> Governance Officer > Blogger from Semarang, Indonesia > (Pingin Jadi) Writer > Lecturer

12 comments Categories: GiveAway, Umum

12 thoughts on “Eksis ngeblog

  1. Ayo gilas tuntas tuh rasa malas. Aku saja super malas lo,tapi aku bersyukur sudah berani mengalahkan kemalasanku dengan konsisten nyebur di tantangan 30hari Nonstop Blogdetik 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *