Cyberbullying atau Intimidasi Dunia Maya

Melihat perkembangan teknologi informasi , terutama perkembangan perangkat keras atau yang lebih sering kita kenal dengan gadget, sungguh sangat menggembirakan. Harganya makin murah yang dibarengi dengan fasilitas dan kemampuan yang makin bagus yang banyak macamnya. Hanya dengan mengeluarkan uang sebesar 300 ribu rupiah kita sudah dapat membeli satu gadget yang bisa terkoneksi ke internet. Apalagi jika dibarengi dengan adanya kondisi dimana biaya koneksi semakin murah saja.

Dengan melihat kondisi diatas, tak heran jika banyak orang tua yang tidak keberatan untuk memberi anak anak mereka gadget yang mampu terkoneksi ke internet 24 jam penuh. Wajar saja, hal ini sudah menjadi trend dikalangan anak dan remaja untuk memiliki gadget online tersebut. Anak atau remaja yang tidak punya “Smartphone internet” dianggap kurang gaul dan kuno. Siapa sih orang tua yang pingin anaknya disebut seperti itu?

Sudah banyak anak SMP dan SMA yang kesehariannya terkoneksi ke internet melalui smartphone mereka. Jangankan itu, anak SD saja sudah “lumrah” jika mempunyai fasilitas itu.

Namun yang perlu dipahami adalah fasilitas yang disampaikan diatas memiliki titik titik tertentu yang perlu menjadi perhatian dan diwaspadai oleh orang tua. Apa itu ? Tak kurang ada penipuan, pelecehan seksual, penculikan, penyalahgunaan data dan cyberbullying. Yang terakhir ini kadang luput dari perhatian kita. Cyberbullying atau Intimidasi Dunia Maya.

Berdasarkan definisi dari Wikipedia Berbahasa Indonesia (bukan Wikipedia Indonesia ya?) yang dimaksud dengan Cyberbullying adalah segala bentuk kekerasan atau ketidaknyamanan yang dialami anak atau remaja dan dilakukan teman seusia mereka melalui dunia maya / cyber atau internet. Cyber bullying adalah kejadian manakala seorang anak atau remaja diejek, dihina, diintimidasi, atau dipermalukan oleh anak atau remaja lain melalui media internet, teknologi digital atau telepon seluler.

Cyber bullying dianggap valid bila pelaku dan korban berusia di bawah 18 tahun dan secara hukum belum dianggap dewasa. Bila salah satu pihak yang terlibat (atau keduanya) sudah berusia di atas 18 tahun, maka kasus yang terjadi akan dikategorikan sebagai cyber crime atau cyber stalking (sering juga disebut cyber harassment).

Bentuk dan metode tindakan cyber bullying amat beragam. Bisa berupa pesan ancaman melalui e-mail, mengunggah foto yang mempermalukan korban, membuat situs web untuk menyebar fitnah dan mengolok-olok korban hingga mengakses akun jejaring sosial orang lain untuk mengancam korban dan membuat masalah. Motivasi pelakunya juga beragam.Ada yang melakukannya karena marah dan ingin balas dendam, frustrasi, ingin mencari perhatian bahkan ada pula yang menjadikannya sekadar hiburan pengisi waktu luang.Tidak jarang, motivasinya kadang-kadang hanya ingin bercanda.

Ada banyak macam cyberbullying , yang bisa disampaikan disini  adalah Flaming (perselisihan yang menyebar), yaitu ketika suatu perselisihan yang awalnya terjadi antara dua orang atau lebih (dalam skala kecil) dan kemudian menyebarluas sehingga melibatkan banyak orang (dalam skala besar) sehingga menjadi suatu kegaduhan dan permasalahan besar.

Yang kedua, Harrasment (pelecehan), yaitu upaya seseorang untuk melecehkan orang lain dengan mengirim berbagai bentuk pesan baik tulisan maupun gambar yang bersifat menyakiti, menghina, memalukan, dan mengancam.Yang ketiga adalah Denigration (fitnah), yaitu upaya seseorang menyebarkan kabar bohong yang bertujuan merusak reputasi orang lain. Ada lagi Impersonation (meniru), yaitu upaya seseorang berpura-pura menjadi orang lain dan mengupayakan pihak ketiga menceritakan hal-hal yang bersifat rahasia.

Diluar yang sudah disebut diatas, masih ada beberapa “cabang” dari Cyberbullying yang harus diperhatikan para orang tua yaitu Outing and trickery (penipuan), yaitu upaya seseorang yang berpura-pura menjadi orang lain dan menyebarkan kabar bohong atau rahasia orang lain tersebut atau pihak ketiga. Exclusion (pengucilan), yaitu upaya yang bersifat mengucilkan atau mengecualikan seseorang untuk bergabung dalam suatu kelompok atau komunitas atas alasan yang diskriminatif. Dan Cyber-stalking (penguntitan di dunia maya), yaitu upaya seseorang menguntit atau mengikuti orang lain dalam dunia maya dan menimbulkan gangguan bagi orang lain tersebut.

Para orang tua, waspadalah!

Please like & share:

About

> Governance Officer > Blogger from Semarang, Indonesia > (Pingin Jadi) Writer > Lecturer

4 thoughts on “Cyberbullying atau Intimidasi Dunia Maya

  1. Orangtua sekarang dituntut banget utk lebih aware kpada anak2 mereka ya, pak. Bukan hanya anak Sd aja yg udah mahir pegang hape ato gejet yg udh terkoneksi inet, bahkan nak2 yang masih disekiat umur emas, yg belum sekolah, mereka jga lbih mudah banget nyerap klo gunain hape gitu2 hehee

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *