Cyber Attribution

Apa sih atribusi? Dari sisi arti kata secara umum, atribusi adalah bagaimana kita membuat keputusan atau penilaian tentang seseorang. Kita membuat sebuah atribusi ketika kita merasa dan mendeskripsikan perilaku seseorang dan mencoba menggali pengetahuan mengapa mereka berperilaku seperti itu.Disini boleh dikatakan kita memperkirakan apa yang menyebabkan orang lain itu berperilaku tertentu.

Apa sih cyber itu? Cyber merupakan kependekan kata atau penyebutan yang mudah untuk cyberspace. Dari website Wikipedia berbahasa Indonesia, Cyberspace (Dunia Maya) adalah media elektronik dalam jaringan komputer yang banyak dipakai untuk keperluan komunikasi satu arah maupun timbal-balik secara online (terhubung langsung). Dunia maya ini merupakan integrasi dari berbagai peralatan teknologi komunikasi dan jaringan komputer (sensor, tranduser, koneksi, transmisi, prosesor, signal, pengontrol) yang dapat menghubungkan peralatan komunikasi (komputer, telepon genggam, instrumentasi elektronik, dan lain-lain) yang tersebar di seluruh penjuru dunia secara interaktif.

Kata “cyberspace” (dari cybernetics dan space) berasal dan pertama kali diperkenalkan oleh penulis novel fiksi ilmiah, William Gibson dalam buku ceritanya, “Burning Chrome”, 1982 dan menjadi populer pada novel berikutnya, Neuromancer, 1984

Atribusi Cyber adalah upaya untuk melacak dan memahami kenapa seseorang melakukan serangan cyber atau eksploitasi hacking.

Serangan cyber dapat memiliki konsekuensi serius bagi bisnis dalam hal public relations, kepatuhan, reputasi dan keuangan. Dalam upaya bangun recovery dari serangan, bisnis mungkin ingin menyalahkan dan melihat pelaku dibawa ke pengadilan. Hal ini untuk memberi kesan bahwa mereka tidak dilihat sebagai sasaran empuk bagi serangan cyber atau eksploitasi hacking. Investor juga dapat menuntut atribusi cyber. Namun, atribusi sulit dan menimbulkan risiko tersendiri.

Seringkali, perusahaan tidak memiliki keahlian atau sumber daya untuk melacak penjahat cyber. Cyber atribusi adalah sebuah tantangan. Hacker secara umum tidak melakukan kejahatan dari tempat tinggal mereka sendiri. Serangan sering diluncurkan dari target yang telah “dikuasai” oleh hacker sebelumnya. Hacker juga dapat me-relay serangan melalui beberapa hop atau beberapa komputer yang tersebar diseluruh dunia untuk lebih mengaburkan sumber. Tindakan ini sendiri membuat hampir tidak mungkin untuk memastikan cyber atribusi, karena hacker mungkin telah dibersihkan jejaknya sehingga ada lebih hop di luar alamat IP yang dilacak.

Sulitnya memastikan atribusi cyber, ditambah dengan bahaya misattribution dan tuduhan palsu, upaya untuk menentukan sumber serangan dapat  berisiko bagi sebuah organisasi yang terkena serangan itu sendiri.

Banyak organisasi atau perusahaan yang terkena serangan cyber atau eksploitasi hacking ingin melakukan atribusi cyber, namun kemudian mengurungkan niatnya karena kesulitan diatas. Sehingga pada akhirnya , mereka diam dan menyebabkan upaya atribusi cyber jarang dilakukan dan jarang terdengar di masyarakat umum.

Please like & share:

About

> Governance Officer > Blogger from Semarang, Indonesia > (Pingin Jadi) Writer > Lecturer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *