Copy Paste Dunia Blogger dalam Kacamata UU ITE
Sering kali kita menemukan artikel di internet, terutama di blog, yang mirip sekali dengan artikel lain. Ada kemungkinan artikel tersebut adalah “fotocopy” atau hasil copy-paste dari blog lain. Sering terjadi hasil copy paste itu mirip 100%. Gak ada bedanya sama sekali.

Banyak alasan kenapa hal ini dilakukan. Salah satu alasannya adalah malas. Malas menulis, tapi pingin blog tetap jalan. Malas menata kata, merangkai huruf, tapi pingin konten blog sangat banyak. Toh pembaca juga gak bakal tahu kalau itu hasil copy paste, kalaupu tahu paling juga nggak memperhatikan kemiripan itu. Begitu mungkin pikiran blogger blogger tersebut.

Ada dua jenis copy-paste. Yang pertama copy-paste yang diketahui penulis aslinya dan menuliskan sumber tulisan tersebut. Yang kedua yang tanpa ijin penulis dan tidak menyebutkan sumber aslinya. 

Untuk yang pertama sih kadang ada maksud baik didalamnya, yaitu untuk meneruskan informasi baik dari sebuah sumber. Hal ini pun dimintakan ijin dengan sang penulis. Ada kemungkinan sang blogger merasa sayang kalau hasil pemikiran si penulis hanya dinikmati oleh segelintir orang yang “main” ke blog penulis artikel saja. Jadi blogger tersebut berusaha ikut menyebarkan artikel yang bagus tersebut. Kalau di Facebook ini lebih dikenal dengan “share” atau “bagikan”.

Yang kedua inilah yang memang sangat merugikan dan kurang pantas untuk dilakukan seorang blogger. Banyak yang menyebutkan kecurangan, tapi tak sedikit yang menghujat blogger ini sebagai plagiat yang memalukan. Serem juga ya. Kalau sudah dianggap plagiat, susah deh. Blog-nya akan kehilangan pembaca secara drastis. Ini biasanya dilakukan oleh blogger yang hanya mengejar traffic walau dengan cara tidak benar.

Kadang kita berpikir copy-paste sekedar hal yang kurang pantas. Sekedar hal yang memalukan untuk dilakukan. Padahal, kalau kita cermati, copy-paste bisa saja membawa konsekuensi hukum yang sangat tidak menyenangkan bagi pelaku copy-paste. Bahkan hukuman kurungan alias penjara bisa menjerat tukang copy-paste ini. 


Kita lihat saja Undang- Undang  Nomor 19 tahun 2002 tentang Hak Cipta. Disitu akan tertera ancaman hukuman yang cukup “mengerikan” yaitu kurungan atau penjara selama 1 tahun sampai dengan  7 tahun. Cukup membuat kita harus berpikir untuk melakukan “COPY PASTE TANPA PEMBERITAHUAN”. Denda yang mengancam juga fantastis. Antara 1 juta rupiah sampai dengan 5 milyar rupiah. Ngeri kan? 

Belum lagi apa yang tertera pada UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik pasal 35. Blogger harusnya berpikir banyak sebelum melakukan kecurangan ini. 

Diatas semua itu, copy paste jelas jelas melanggar kode etik blogger. Benar?

Please like & share:

About

> Governance Officer > Blogger from Semarang, Indonesia > (Pingin Jadi) Writer > Lecturer

21 thoughts on “Copy Paste Dunia Blogger dalam Kacamata UU ITE

  1. Untungnya walaupun saya tidak paham masalah UU ITE, saya enggak pernah copas tulisan. la wong blogku adalah cerita cerita saya dan di sekitar saya saja koq…..

    Salam, dah lama tidak mampir maaf komputerku rusak dan baru sempat di servis

  2. Blog saya sering jadi korban copas. Bahkan pernah dicopas full satu blog memakai scrapper. Kalo blog yg copas blogspot atau wordpress.com, saya lgsg lapor DMCA ke providernya. Kalo blognya self hosting, biasanya saya email ke pemiliknya, tapi ya itu, mayoritas cuma dikacangin. Sampai nanti kalo udah saya ancam pake pasal UU ITE tiba2 tulisan copas itu dihilangkan. Tapi ya cuma tulisan saya aja. Tulisan orang lain yang ada di situ, copas juga, ngga dihapus. Hahahaha… Orang kek gitu ga layak disebut sebagai blogger.

  3. Aku juga pernah jadi korban copas, dan itu sangat menjengkelkan -_______-

    Akupun pernah copas, tapi seenggaknya aku nyantumin sumber nggak main asal menjadikan itu sebagai HAK MILIK dan naikin trafik blog doang.

  4. dulu saya sering di copas, dan kadang ‘mencopas’ (mengutip)

    saya sendiri tidak masalah kalau yang dicopas itu bisa memberikan manfat kepada banyak orang, seperti artikel tutorial, tips dan sejenisnya yang bersifat pengetahuan. karena ada hak-hak orang lain juga agar untuk mendapatkan informasi tersebut.

    Tapi disisi lain itu juga merupakan hak intelektual si pemilik tulisan, jadi harus ada pendewasaan dan pengetahuan dari pengguna internet sendiri jika ada kebutuhan untuk mengutip atau menyebarluaskan kembali konten milik orang lain. semisal dengan mencantumkan sumber atau meminta izin terdahulu kepada pemilik konten.

  5. Kalau emang mau jadi blogger, harusnya kan juga mau belajar menulis. Karna saya pikir inti dari kegiatan blogging ini kan untuk menyajikan konten tulisan di dalam blog. Masak iyaa kita mau jadi blogger tapi gak bisa nulis? 😀

    Saya jujur paling gak suka dengan blogger copas Mas. Paling enak itu baca blog yang tulisannya original buatan pemiliknya sendiri. Sekalian pengennya bisa jalin silaturahmi antar blogger.

  6. Plagiat itu g keren banget.
    Setidaknya ijin dulu (sama penulis)
    Dikampus saya, plagiat kegiatan yang haram sekali. Jadinya pengumpulan tugas sangat ketat entah dosen saya menggunakan software jenis apa.
    saya blogger pemula, blog saya belum pernah di Copy Paste.
    tapi jika tugas kuliah, saya kerap di Copy Paste. Dan itu sangat mengesalkan.

    Ijin share di FB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *