Coffee Break , Hakekat Ngopi
 
Tunggu dulu, ini bukan tentang ngopi file atau ngopi folder di komputer lho. Ini bener bener tentang ngopi, ya aktifitas minum kopi. Ada apa dengan ngopi?Dulu ngopi itu adalah aktifitas minum kopi agar mendapatkan rasa hangat kopi, sekaligus menikmati rasa kopi yang khas.
Sekarang ini, rasanya budaya ngopi sudah bergeser dilihat dari beberapa segi. Dari sisi tujuan ngopi, ada pergeseran yang cukup signifikan. Tadinya ngopi untuk mendapatkan rasa yang khas dr kopi dan rasa hangat. Ya, dulu yang namanya kopi ya pasti panas. Tidak ada kopi dingin. Dewasa ini tujuan ngopi lebih banyak kearah pergaulan dan gaya hidup. Lho kok ada gaya hidup dibawa bawa. Ya.. Betul. Lihat saya orang orang yang ngopi di cafe – cafe yang banyak di kota. Rata rata memang cukup mahal harga kopi per gelasnya. Sehingga hanya orang orang ‘berduit’ aja yang beli di sana. Sebut saja StarBucks atau JCo. Jangan coba2 ngopi disana kalau uang tinggal 15rb. Hehehe. Itulah yang menyebabkan pergeseran itu. Kalau sudah ngopi di sana pasti itu orang ‘berduit’ yang berkelas. Betul nggak?
Alasan pergaulan juga memicu aktifitas minum kopi ini. Para anak muda dan eksekutif muda memanfaatkan ngopi sebagai sarana untuk bisa bertemu dan berkumpul dengan teman teman mereka. Tak jarang bussiness deal muncul dari sini. Lebih santai dan berkelas kata mereka.
Hal tersebut diatas agak berbeda dengan kondisi sekitar tahun 80- 90an. Waktu itu aktifitas ngopi ini ‘kalah berkelas’ dengan aktifitas nge-soft drink di cafe. Lebih mantap berkumpul di cafe dengan minum wine / anggur, daripada minum kopi. Kayak kakek-kakek aja, alasannya. Ya, betul. Waktu itu, ada anggapan bahwa yang ngopi itu cuman kakek dan nenek aja.
 
 
Sedangkan kalau dilihat dari sisi umur juga ada pergeseran yang jelas. Dulu yang minum kopi itu kakek, nenek, dan om-om setengah baya. Kalau ada sekretaris cewek yang masih cantik minum kopi, pasti dibilang tidak berkelas. Apalagi ada eksekutif muda yang ganteng, gajinya 8 digit rupiah per bulan yang ngopi, pasti dikirain om-om yang sedang nyamar jadi anak muda. Hahahaha. Sekarang sih, banyak anak muda yang menunjukkan kelasnya lewat aktifitas ngopi.
Jadi, ngopi itu berkelas dan bergaya. Betul tidak?
Please like & share:

About

> Governance Officer > Blogger from Semarang, Indonesia > (Pingin Jadi) Writer > Lecturer

10 thoughts on “Coffee Break , Hakekat Ngopi

  1. kalau dikatakan berkelas…sepertinya bagaimana ya…karena ada juga warung kopi yg konsumennya kebanyakan mahasiswa..yg konon kabarnya..uang sakunya pas pasan…..keep happy blogging always…salam dari makassar 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *