Cerita ABG sebagai Pengguna Teknologi Internet sekaligus Korban Teknologi Terbaru lewat Cerita Dewasa dan beredarnya foto ABG bugil
Internet bagi remaja atau ABG bukan lagi hal yang asing, bahkan sudah merupakan kebutuhan yang bergerak menjadi kebutuhan pokok seperti nasi dan air. ABG sekarang tidak bisa “hidup” tanpa internet. Hal ini bisa dibuktikan dengan makin meningkatnnya jumlah smartphone berkoneksi internet yang dimiliki ABG Indonesia. Orang kini menggunakan komputer untuk berkomunikasi, menggantikan pena, kartu pos, dan telepon. Agar anak-anak cukup siap untuk pekerjaan masa depan, teknologi perlu menjadi bagian integral dari kehidupan mereka.
Begitu besar pengaruh kemajuan tekonologi internet ini sehingga sangat membantu perkembangan para ABG penggunanya. Namun yang tidak boleh kita kesampingkan adalah dampak negatifnya. Penyalahgunaan teknologi inipun juga bisa membuat efek jelek yang menempatkan ABG sebagai korban.

Berdasarkan keterangan dari Adrianus Meliala, seorang Guru Besar Kriminolog UI, sejak tahun 2005 Indonesia masuk adalam 10 negara yang paling banyak mengakses situs porno. Pada tahun 2005 Indonesia berada di posisi ke-7 dan tahun 2009 di posisi ke-3. Peringkat Indonesia cenderung meningkat seiring dengan pesatnya penggunaan internet yang mencapai 55,2 juta orang pada tahun 2011. Banyaknya situs porno juga didorong oleh banyaknya ABG yang mengakses situs sex ini. Dikatakan bahwa tahun 2011 jumlah ABG yang dengan jelas menjadi obyek pornografi sejumlah 16.000.

Coba search di search engine semacam google atau yahoo dengan kata kunci atau keyword cerita dewasa atau foto ABG, maka yang muncul adalah hal-hal pornografi yang menampilkan ilustrasi atau image dimana  ABG sebagai korban yang dirugikan.

Demikian rusak moral ABG dilihat dari angka- angka tersebut diatas. Bisa hancur masa depan negeri ini kalau hal semacam ini terus dibiarkan. Menurut APJII pengguna internet di Indonesia tahun 2011 berjumlah 200 juta orang lebih. Tempat aksespun berkembang sekali mulai dari warung internet (warnet), sekolah, perpustakaan, bahkan di area publik yang telah dipasang hotspot wifi seperti di Mall dan lainnya

Persentase ABG mengakses Internet dengan usia 5 sampai 18 tahun sebanyak 58,6% (Anne dan Glenn, 2011).

Apa sih sebenarnya Dampak Positif Internet Bagi ABG ? Sebenarnya ada banyak hal positif yang bisa ambil oleh ABG dari Internet agar tidak menjadi korban teknologi, antara lain, mengakses sebuah informasi yang terkait dengan pelajarannya, memperluas jaringan melalui forum atau media sosial. Bisa pula denganmelakukan diskusidalam hal positif sepertiilmu pengetahuan, wawasan sosial, keagamaan serta perkembangan teknologi terbaru. Belum lagi kemungkinan berbisnis melalui internet bagi ABG. Namun hal-hal positif ini hanya muncul 30% saja. Yang 70% tentu saja hal hal yang berbau negatif.

Penggunaan internet yang tidak semestinya dapat berdampak semakin rusaknya kepribadian bahkan moral seorang ABG yang kebanyakan pelajar ini. Bisa pula kerusakan moral ini berawal dari copy paste konten di internet sebagai tugas sekolah atau kuliah. Istilah kerennya Plagiator Cyber. ABG jadi malas berpikir.

Berikut diatas sedikit ulasan mengenai dampak internet bagi kalangan pelajar. Semestinya internet digunakan untuk kepentingan yang positif. Himbauan bagi anda seorang pelajar, gunakanlah layanan internet sebaik mungkin agar wawasan serta kreativitas anda dapat terus berkembang. Jangan menggunakan internet untuk membuka situs berkonten dewasa apalagi melanggar norma atau aturan yang ada dilingkungan kita. Semoga internet dapat menjadikan anda seorang pelajar yang memiliki wawasan positif, bukan seorang pelajar yang justru semakin rusak moralnya.

Dampak Negatif yang menempatkan ABG sebagai korban ada bermacam –macam seperti pornografi, penipuan online, carding, dan perjudian online. Kesemuannya meletakkan ABG sebagai korban, namun ironisnya, justru ABG tidak sadar kalau sudah menjadi kalangan yang paling dieksploitasi oleh media online yang tidak bertanggung jawab.

Di internet, banyak pornografi dan kekerasan yang dorongan kepada seseorang untuk melakukan pelecehan seksual dan bertindak kriminal yang ujung ujungnya juga melibatkan ABG sebagai target pelecehan seksual dan tindakan criminal.

Dengan koneksi internet dari smartphone, warnet dan free hotspot area menyebabkan penjudi (yang lagi-lagi disasar adalah ABG yang kurang pengalaman hidup) tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk berjudi.

Belum lagi berkurangnya sifat sosial ABG karena cenderung lebih suka berhubungan lewat internet daripada bertemu secara langsung (face to face). Lengkap sudah penderitaan ABG , sang korban teknologi internet.

Di Koran dan media internet kita sudah sering membaca tentang penculikan anak atau kasus pelarian anak di bawah umur yang masih berstatus pelajar ABG yang berawal dari situs pertemanan atau jejaring sosial facebook di internet. Juga adanya ABG yang jarang pulang dan tidak pernah masuk sekolah karena kecanduan permainan online. Pengguna internet atau khususnya facebook di dominasi oleh para remaja usia 14-24 tahun sebanyak 61,1%.

Beberapa ABG pecinta facebook memberikan data mengenai dirinya dengan sangat detail. Para ABG ini tidak tahu resikonya menyebarkan data pribadi di internet. Facebook sangat sangat rawan terhadap penipuan seperti media media lainnya. Apalagi bagi ABG (pelajar/mahasiswa) yang kurang mengerti tentang seluk beluk dunia internet. Bagi si kriminil, kondisi dunia maya yang serba anonim jelas sangat menguntungkan.

Sudah banyak kasus yang menjadi indikasi bahwa ABG adalahPengguna Teknologi Internet sekaligus Korban Teknologi Terbaru, misalnya cerita – cerita dibawah ini.

Peredaran video porno hubungan seksual/pornografi antara seorang bintang papan atas. Gambar-gambar tersebut beredar secara luas di Internet dalam tampilan website yang dapat disaksikan oleh siapa saja secara bebas.

Sekelompok pemuda di Medan yang memasang iklan di salah satu website terkenal “Yahoo” dengan seolah-olah menjual mobil mewah Ferrary dan Lamborghini dengan harga murah sehingga menarik minat seorang pembeli dari Kuwait.

Seseorang berinisial SH, seorang hacker dan jurnalis pada majalah internet ternama, dengan sengaja membuat situs asli tapi palsu layanan Internet banking Bank Central Asia, (BCA).

Hacker berinisial DH pada tanggal 17 April 2004 melakukan deface website dengan mengubah nama-nama partai yang ada dengan nama-nama buah dalam website.


Artikel ini turut mendukung gerakan PKK Warung Blogger

Please like & share:

About

> Governance Officer > Blogger from Semarang, Indonesia > (Pingin Jadi) Writer > Lecturer

30 thoughts on “Cerita ABG sebagai Pengguna Teknologi Internet sekaligus Korban Teknologi Terbaru lewat Cerita Dewasa dan beredarnya foto ABG bugil

  1. bener pak internet hampir memenuhi segala sumber, tergantung niat tiap penggunannya mau ambil yg baik atau malah sebaliknya …

  2. ABG yang berprestasi sebenarnya juga banyak, Om. Itulah mengapa kita perlu mengkesposenya. Salah satunya lewat blog atau sosmed lainnya. Atau mungkin juga bisa lewat Tipi. Acara Kick Andy tuh paling seru.

  3. Nyesek kalau ada berita soal ABG ‘dikerjai’ orang dewasa dan perkenalan awalnya lewat FB. Mungkin korban memang labil dan gampang terbuai kata-kata manis serigala berbulu domba 🙁

  4. Kapan ya ada kelanjutan Program PKK kembali… Setelah Cerita ABG, Prediksi Jitu, kira2 Apalagi yach ?? Ada saran nggak om ?? 🙂 Ntar kalo tebakannya tepat bakal dapat Suprise dari Ane.. hehehe 😀

    *SaHaTaGo [Salam Hangat Tanpa Gosong] Pojok Bumi Kalibayem – Yogyakarta
    Si Blogger yang Doyan Nongkrong di Tempat Karaoke he 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *