Banjir Jakarta dan Banjir Manado
Bencana Alam kah? Bukan!
Kesedihan sedang berkembang dimana-mana. Kehilangan harta benda dan tempat tinggal karena air yang melimpah ruah tak terbendung yang disebut banjir.
Berita yang sedang gempar-gemparnya. Banjir mengepung ibukota Jakarta menjadi headline di beberapa surat kabar terkemuka di Indonesia. Tak kalah ngeri berita banjir bandang di Manado .Tujuh nyawa sudah melayang. Banyak yang harus meninggalkan rumah masing masing untuk mengungsi.
Di Jakarta, luapan sungai dilansir sebagai penyebab bencana ini. Ketinggian air yang mengenang bervariasi. Paling parah ada di bantaran sungai. Ada yang sampai 6 meter. Beberapa surat kabar menyampaikan bahwa air tersebut adalah air kiriman dari daerah Bogor dan Bandung. Benarkah?
Yang mengusik pikiran adalah : apakah penyebabnya? Debit air bertambah tinggi atau sungai yang makin mengecil. Kalau penyebabnya adalah debit air yang bertambah, kayaknya benar. Resapan air di Bogor dan Bandung semakin sedikit. Banyak diantaranya sudah dialih fungsikan sebagai bangunan rumah tinggal dan villa untuk orang-orang yang mencari hawa segar di akhir pecan.
Tetapi kalau yang dikatakan karena sungai bertambah mengecil, penulis kira itu juga benar. Tak terhitung banyaknya orang yang membuang sampah di sungai atau seloka yang bermuara di sungai. Sampah ini menjadi “pulau-pulau” ditepi sungai yang pada akhirnya berakibat pada semakin mengecilnya sungai sungai di Jakarta. 
Tanpa kita sadari sebenarnya kita (manusia) sendirilah yang menyebabkan kesengsaraan yang dirasakan sebagai bencana banjir. Dari manusia untuk manusia. Ironis kan?
Kalau alam sendiri  dari dulu tetap sama di kedua tempat itu ( Jakarta dan Manado).  Di kedua tempat itu air tetap sama sifatnya. Air mencari tempat yang lebih rendah. Dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah.  
Bedanya, sekarang, air yang mau meresap ke tanah dihalangi oleh bangunan hasil karya manusia. Air yang mencari tempat terendah yang disebut laut, dihalangi oleh sampah sampah hasil karya manusia.
Masih berfikir Banjir di Jakarta bencana alam? 
Kalau yang di Manado gimana? Tunggu di artikel selanjutnya ya……

Please like & share:

About

> Governance Officer > Blogger from Semarang, Indonesia > (Pingin Jadi) Writer > Lecturer

2 thoughts on “Banjir Jakarta dan Banjir Manado

  1. Ya, air memang memang selalu mencari tempat yang paling rendah, kalo misalkan gag menemukan yang rendah, ia akan menenggelamkan dirinya, tapi juga tidak menemukan tempat karena faktor bangunan.. Lalu??

    Ya, banjir..!

    Salam..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *